Sa’i: Ikhtiar yang Tidak Pernah Sia-Sia di Hadapan Allah
Tujuh kali Siti Hajar berlari antara Shafa dan Marwah.
Bukan karena beliau mengetahui di mana air berada. Bukan pula karena ada kepastian pertolongan akan datang.
Beliau bergerak karena percaya kepada Allah, sambil terus berikhtiar.
Hari ini, jutaan jamaah umroh mengikuti jejak perjuangan itu dalam ibadah sa’i—berjalan tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwah.
Sa’i mengajarkan sebuah pelajaran penting:
Tawakal bukan berarti berhenti berusaha.
Ada saat dalam kehidupan ketika kita sudah berdoa, tetapi jawaban belum datang. Sudah berusaha, tetapi jalan belum terbuka. Sudah berharap, tetapi keadaan belum berubah.
Pada saat seperti itulah kisah Siti Hajar menjadi pengingat.
Beliau terus berjalan.
Shafa menuju Marwah.
Marwah kembali menuju Shafa.
Namun pertolongan Allah justru muncul di tempat yang tidak disangka-sangka. Air Zamzam memancar di dekat Nabi Ismail AS.
Seakan Allah mengajarkan kepada kita:
Tugas manusia adalah berikhtiar. Allah yang menentukan dari mana pertolongan akan datang.
Maka ketika melakukan sa’i, jangan hanya menghitung putaran.
Bawalah seluruh perjuangan hidup kita dalam setiap langkah: keluarga yang sedang diperjuangkan, rezeki yang sedang dicari, cita-cita yang belum tercapai, serta doa yang belum terjawab.
Di Jam Wisata, kami ingin jamaah tidak hanya mengetahui tata cara sa’i, tetapi juga membawa pulang pelajarannya.
Teruslah berdoa.
Teruslah melangkah.
Teruslah percaya.
Karena boleh jadi, ketika kita merasa telah sampai pada batas kemampuan, pertolongan Allah sedang sangat dekat.
Jam Wisata
Setiap Waktu Bernilai Ibadah.

